PRESENTASI PEMBELAJARAN
Senin, 04 Mei 2015
Perkalian Pecahan dengan Bilangan Bulat
Berikut ini adalah presentasi sederhana tentang operasi hitung perkalian Bilangan pecahan dengan bilangan bulat.
Silahkan download disini
Silahkan download disini
Kamis, 22 Mei 2014
Pembelajaran Konsep Bilangan Bulat dengan Media Manik-Manik
Bilangan bulat positif dan negatif baru dikenalkan di
sekolah dasar pada pada kelas IV. Kompetensi yang diharapkan pada materi
bilangan bulat ini antara lain, siswa mengenal konsep bilangan bulat, melakukan
penjumlahan, pengurangan, dan operasi hitung campuran pada bilangan bulat.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru dalam
pembelajaran konsep bilangan bulat
positif dan negatif ini dengan
menggunakan media manik-manik. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan
dalam memberikan pembelajaran bilangan bulat dengan media manik-manik:
- Membuat ilustrasi yang dapat dibayangkan siswa tentang konsep bilangan bulat positif dan negatif. Misalnya dengan menggunakan gambar latihan perang antara pesawat tempur dengan kapal selam. Dalam latihan tempur tersebut masing-masing menggunakan rudal. Pesawat tempur menggunakan rudal putih yang diasumsikan sebagai bilangan positif (+). Sedangkan kapal selam menggunakan rudal hitam yang selanjutnya diasumsikan sebagai bilangan bulat negatif ( - ). Apabila rudal putih dan rudal hitam saling bertabrakan maka keduanya akan meledak dan ini diasumsikan sebagai bilangan nol (bilangan positif + bilangan negatif).
- Untuk mempermudah dalam menyajikan pembelajaran bilangan bulat, rudal-rudal tersebut selanjutnya dapat digantikan dengan manik-manik, kancing baju, koin, atau benda-benda yang dapat mewakili bilangan positif dan negatif.
- Dengan benda-benda tersebut maka dapat dikenalkan konsep bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif, dan bilangan nol (0) seperti gambar di bawah ini.
- Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa:
a.
Bilangan 1, 2, 3, 4, dan 5 dapat diwakili oleh
manik-manik putih yang banyaknya masing-masing 1, 2, 3, 4, dan 5.
b.
Bilangan -5, -4, -3, -2, -1 dapat diwakili oleh
manik-manik hitam yang banyaknya masing-masing 5, 4, 3, 2, dan 1.
c.
Bilangan 0 dapat diwakili oleh sepasang
manik-manik putih dan hitam, dua pasang manik-manik putih dan hitam, tiga
pasanga manik-manik putih dan hitam, dan seterusnya.
Untuk memantapkan penguasaan siswa tentang konsep bilangan bulat ini dapat dilakukan dengan menugaskan siswa menunjukkan bilangan positif/negatif yang disebutkan/dituliskan dengan menggunakan manik-manik atau sebaliknya. Bisa juga dengan menggunakan LKS.
Senin, 30 Desember 2013
Bangun Ruang yang Sering Digunakan untuk Membuat Soal Matematika SD
Salah satu kesulitan yang dialami guru dalam membuat soal matematika adalah menggambar bangun ruang lengkap dengan rusuk bagian dalam terlihat sebagai garis putus-putus dan meletakkan angka pada bangun tersebut.
Berikut saya berbagi beberapa gambar bangun ruang yang sering digunakan dalam membuat soal matematika sekolah dasar. Anda bisa mengcopy gambar yang ada dan tinggal mencantumkan angka pada bangun tersebut dengan menggunakan teks box pada microsoft word atau bisa juga menggunakan paint.
Berikut saya berbagi beberapa gambar bangun ruang yang sering digunakan dalam membuat soal matematika sekolah dasar. Anda bisa mengcopy gambar yang ada dan tinggal mencantumkan angka pada bangun tersebut dengan menggunakan teks box pada microsoft word atau bisa juga menggunakan paint.
Ciri Bilangan Habis Dibagi 2, 3, 4, dan 5
Keterampilan membagi merupakan materi prasyarat bagi siswa untuk memahami konsep matematika yang lebih tinggi. Salah satu materi yang sangat tergantung kepada kemampuan siswa dalam membagi adalah materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
Kemampuan siswa dalam mengenal ciri-ciri bilangan habis dibagi akan mempermudah siswa dalam melakukan perhitungan. Berikut ini ciri-ciri beberapa bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4, dan 5.
1. Bilangan habis dibagi 2 apabila satuan dari bilangan tersebut adalah bilangan genap
Contoh: Apakah 46 habis dibagi 2? Karena 46 adalah bilangan genap, maka 46 habis dibagi 2. 46 : 2 = 23
Sedangkan 45 tidak habis dibagi 2 karena 45 adalah bilangan ganjil. Apabila 45 dibagi 2 maka akan ada sisa.
2. Bilangan habis dibagi 3 apabila jumlah dari angka-angkanya habis dibagi 3
Contoh: Apakah 231 habis dibagi 3? Kalau dijumlahkan angka-angka pembentuknya 2+3+1=6. Karena 6 habis dibagi tiga, berarti 231 juga habis dibagi tiga. 231 : 3 = 77. Apakah 316 habis dibagi 3? Karena 3+1+6=10 dan 10 tidak habis dibagi tiga sebab masih ada sisa 1. Sebab 316 : 3 = 105 sisa 1.
3. Bilangan habis dibagi 4 apabila dua angka terakhir bilangan tersebut habis dibagi 4
Contoh: Habiskah 220 dibagi 4? Karena 2 angka terakhir 220 adalah 20, dan 20 habis dibagi 4, maka 220 habis dibagi 4. Hasil 220 : 4 = 55. Bilangan 314 tidak habis dibagi 4 karena dua angka terakhir yakni 14 tidak habis dibagi 4.
4.Bilangan habis dibagi 5 apabila satuan dari bilangan tersebut 0 atau 5
Contoh: Bilangan 415 dan 320 habis dibagi 5 karena satuan kedua bilangan tersebut 5 dan 0.
Bilangan 226 tidak habis dibagi 5 karena satuan dari bilangan tersebut bukan 0 atau 5.
Oke... sampai disini dulu ciri-ciri bilangan habis dibagi 2, 3, 4, dan 5. Untuk ciri bilangan habis dibagi 7, 9, dan 11 akan dilanjutkan pada posting berikutnya.
Salam.
Jumat, 19 November 2010
Selamat Datang di Blog Presentasi Pembelajaran
Blog berbagi tentang Pembelajaran dan Presentasi Pembelajaran
Langganan:
Komentar (Atom)












